Kabarnews.co, Tenggarong – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Kabupaten Kutai Kartanegara tak sekadar menjadi seremoni tahunan. Tahun ini, peringatan tersebut menjelma menjadi ajang kolaborasi lintas generasi, di mana guru dan siswa duduk sejajar sebagai mitra belajar.
Melalui lomba-lomba kreatif yang dirancang khusus, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar ingin membuktikan bahwa pendidikan modern membutuhkan sinergi, bukan sekadar transfer pengetahuan satu arah.
“Kegiatan ini kami desain agar guru dan siswa bisa saling belajar, saling mendukung, dan menumbuhkan semangat kolaborasi dalam pendidikan,” ujar Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurno, Senin (5/5/2025).
Ia menegaskan, Hardiknas kali ini menjadi ruang untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital, sekaligus memperkuat nilai gotong royong.
Rangkaian lomba dimulai sejak 1 Mei hingga 10 Mei 2025, melibatkan siswa SD, SMP, dan para guru. Puncak kegiatan akan berlangsung secara luring pada 23 Mei 2025 di Aula Disdikbud Kukar.
Empat cabang yang dipertandingkan adalah Lomba Menulis Esai, Ranking Satu, Desain Grafis, dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Setiap kategori tak hanya mengasah keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kritis, kreatif, dan spiritual.
“Ini bukan sekadar kompetisi, tapi ruang edukatif yang mendekatkan siswa dan guru pada isu-isu pendidikan masa kini,” lanjut Joko. Tema yang diangkat pun selaras dengan kebutuhan abad ke-21, seperti Pembelajaran Digital dan Profil Pelajar Pancasila.
Keunikan lain dari lomba ini adalah sistem pendaftaran yang mengharuskan peserta mendaftar melalui guru pendamping. Peserta juga wajib mengikuti technical meeting dan bergabung dalam grup WhatsApp panitia. Menurut Joko, disiplin dan partisipasi aktif merupakan bagian penting dari proses pembelajaran.
“Kami ingin semua sekolah ikut serta. Pendidikan yang berkualitas butuh sinergi semua pihak, dan Hardiknas tahun ini adalah momen memperkuat semangat itu,” tegasnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, Hardiknas 2025 di Kukar diharapkan menjadi laboratorium kolaborasi nyata yang mempererat hubungan emosional dan fungsional antara guru dan siswa. Semangat ini diharapkan terus bergema di luar momentum tahunan, menjadi kebiasaan positif yang menumbuhkan pendidikan berkualitas dan relevan di tengah arus perubahan zaman. (Adv)
***
Editor : Rachaddian (dion)







