Kabarnews.co, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas akses layanan kesehatan hingga pelosok desa. Terbaru, tiga Puskesmas Pembantu (Pustu) resmi beroperasi di Kecamatan Kembang Janggut. Ketiganya berada di Desa Bukit Layang, Desa Kelekat, dan Desa Genting Tanah.
Peresmian Pustu dilakukan langsung oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah, yang turut menyerahkan bantuan sembako kepada warga sebagai bentuk kepedulian pemerintah. Kehadiran fasilitas ini disambut antusias masyarakat, mengingat Pustu menjadi ujung tombak dalam memberikan layanan medis di tingkat desa.
“Pustu ini sangat penting karena menjadi titik pertama masyarakat desa mendapatkan layanan kesehatan. Keberadaannya akan sangat membantu dalam menangani keluhan medis sebelum dirujuk ke fasilitas yang lebih besar,” ungkap Edi, Rabu (9/4/2025).
Menurut Edi, keberadaan Pustu memiliki peran vital dalam mendukung kinerja puskesmas induk di tingkat kecamatan. Dengan jarak yang lebih dekat, warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pemeriksaan awal.
“Kualitas pelayanan puskesmas di tingkat kecamatan sangat bergantung pada dukungan unit Pustu yang berada lebih dekat dengan warga,” tambahnya.
Selain infrastruktur, Bupati Edi menyoroti pentingnya tenaga medis yang mengisi fasilitas kesehatan ini. Ia mendorong agar anak-anak daerah diberdayakan untuk menjadi tenaga medis di Pustu.
“Anak-anak daerah kita juga harus diberdayakan. Mereka yang lahir dan besar di sini tentu lebih memahami karakter masyarakat dan bisa membangun hubungan yang lebih kuat,” jelasnya.
Pembangunan Pustu ini sejalan dengan kebijakan Pemkab Kukar yang berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang merata, layak, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Tidak hanya di perkotaan, tetapi juga di pedesaan yang selama ini masih terbatas fasilitas kesehatannya.
Dengan mulai beroperasinya tiga Pustu baru tersebut, masyarakat di Kembang Janggut kini memiliki pilihan layanan kesehatan yang lebih dekat dari rumah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kecepatan penanganan medis, sekaligus menjadi fondasi untuk sistem kesehatan desa yang lebih kuat dan berkelanjutan. (Adv)
***
Editor : Rachaddian (dion)







