TENGGARONG — Tiga desa di Kutai Kartanegara kini menjadi sorotan nasional setelah ditetapkan sebagai pilot project Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Desa Batuah, Desa Tanah Datar, dan Desa Sungai Meriam di Kecamatan Anggana mulai menyiapkan struktur organisasi dan rencana usaha koperasi guna memanfaatkan dana Rp3 miliar yang disediakan pemerintah pusat.
Program ini menjadi peluang besar bagi warga desa untuk merumuskan jenis usaha sesuai potensi lokal melalui musyawarah desa. Bidang usaha yang disiapkan beragam, mulai dari simpan pinjam, distribusi logistik, agen LPG, penyedia pupuk, apotek desa, hingga pembangunan cold storage, yang dianggap vital untuk mempertahankan kualitas hasil panen.
Ahmad Irji’i, Penggerak Swadaya Masyarakat DPMD Kukar, menyebutkan bahwa pelatihan KDMP di Samarinda selama lima hari menjadi ajang pembekalan intensif bagi pendamping desa. Materi yang diajarkan mencakup manajemen koperasi, mekanisme penyaluran dana, hingga strategi membangun koperasi profesional.
“Program ini membuka kesempatan bagi desa untuk bergerak mandiri dan berperan aktif dalam ekonomi wilayah. Dukungan pemerintah pusat dan pendampingan DPMD Kukar memastikan koperasi berjalan optimal,” katanya.
Warga desa menyambut baik langkah ini karena akan membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kemandirian desa, serta memberi kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengelolaan usaha lokal. Program Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi model keberhasilan yang bisa diterapkan di desa-desa lain di Kukar maupun Indonesia.
“Dengan pendampingan yang tepat dan dukungan dana, kami optimistis koperasi desa bisa menjadi penggerak ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan,” tutup Irji’i. (Adv)






