Tak Terbukti, 18 Mahasiswa Unmul Bebas dari Kasus Bom Molotov

No comments
Foto : Walikota Samarinda, Andi Harun Bersama Jajaran Forkopimda dan Polresta Samarinda melakukan Konfrensi Pers mengenai penangkapan 22 Mahasiswa yang Merakit Bom Molotov di Kampus Banggeris. (Foto : Khin // Jurnal borneo).

Kabarnews.co, Samarinda – Suasana di Kampus Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, sempat memanas setelah aparat gabungan TNI/Polri menggerebek aktivitas perakitan bom molotov. Dari 22 mahasiswa yang diamankan, ternyata sebagian besar tidak terlibat.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar memastikan 18 mahasiswa Program Studi Sejarah FKIP Unmul dinyatakan bersih dari dugaan tersebut. Ia menyebutkan bahwa mereka akan segera dipulangkan.

Setelah interogasi awal mereka (18 mahasiswa) ternyata tidak ada kaitan dengan pembuatan bom molotov. Sehingga nanti pukul 13.00 Wita akan kami kembalikan kepada pihak prodi Sejarah FKIP Unmul,” jelas Hendri.

Namun, tidak semua bisa bernapas lega. Empat mahasiswa lainnya masih harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Menurut Hendri, mereka diduga memiliki peran berbeda dalam perakitan bom molotov. Ada yang membawa bahan baku dengan sepeda motor, ada yang meracik, hingga ada yang menyembunyikan hasil rakitan di sekitar gedung FKIP.

Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas berbahaya dapat mencoreng nama baik kampus. Aparat pun terus mendalami motif di balik perakitan bom molotov tersebut.

Bagi 18 mahasiswa yang dipulangkan, keputusan ini tentu menjadi kabar melegakan. Sementara itu, bagi empat mahasiswa yang masih diperiksa, nasib mereka akan ditentukan hasil penyelidikan polisi dalam beberapa waktu ke depan. (*)

***

Sumber : sapos.co.id

Editor : Rachaddian (dion)

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar