Terowongan Samarinda Gagal Diresmikan Tahun Ini, Longsor Jadi Penghambat Utama

No comments
Foto : Kondisi lereng terowongan Samarinda yang saat ini tengah dikerjakan.

Kabarnews.co, Samarinda – Terowongan megah yang dibangun di jantung Kota Samarinda ternyata belum bisa digunakan masyarakat dalam waktu dekat. Meski pembangunannya sudah selesai secara fisik, kondisi lereng yang rawan longsor membuat peresmian terpaksa ditunda.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menjelaskan bahwa peristiwa longsor di area inlet sisi Jalan Alimuddin menjadi perhatian serius pemerintah. Apalagi proyek ini telah menghabiskan anggaran besar, sekitar Rp395 miliar.

Kami akan tetap berhati-hati dan penuh perhitungan, karena keselamatan masyarakat adalah yang utama,” ujarnya.

Data dari Dinas PUPR menyebut longsor terjadi di area seluas 210 meter persegi dengan volume material sekitar 150 meter kubik. Meski kejadian ini sebenarnya sudah diprediksi lewat kajian dari tim ITB, tetap saja dibutuhkan penanganan teknis dan biaya tambahan.

Setelah disepakati dengan dewan, penanganan akhirnya terpaksa ditunda di perubahan nanti,” kata Andi.

Penanganan akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, yang saat ini sedang berlangsung, fokus pada perbaikan lereng, pembangunan struktur beton sepanjang 72 meter, dan penguatan sisi inlet. Tahap ini membutuhkan dana sekitar Rp39 miliar dan diperkirakan selesai di akhir tahun.

Tahap kedua dijadwalkan dimulai Januari 2026. Fokusnya pada pemasangan sistem penahan tanah seperti ground anchor, pembangunan drainase, serta tambahan struktur penguat. Dana yang diperlukan untuk tahap ini mencapai Rp94 miliar.

Untuk menjaga stabilitas lereng, metode seperti rock bolting, shotcrete, dan revegetasi akan digunakan. Upaya ini juga bertujuan mencegah terjadinya genangan air hujan yang bisa memicu longsor ulang.

Sementara itu, material longsor masih dibiarkan menutupi salah satu sisi inlet. Ini merupakan bagian dari strategi pengamanan, agar lereng tidak mengalami pergerakan lebih lanjut sebelum pengerjaan teknis dimulai.

Meskipun sudah selesai dibangun, Terowongan Samarinda belum bisa dimanfaatkan masyarakat. Pemerintah memilih menunda peresmian demi memastikan keamanan. Jadi, warga Samarinda harus bersabar sedikit lebih lama lagi hingga lereng benar-benar stabil dan siap digunakan.


Sumber : sapos.co.id

Editor : Rachaddian

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar